
Kita Adalah Sajak Hilang dalam hitungan 1,2,3 Engkau anugerah, engkau mukjizat, engkau mahkota dunia. Kami bermain tanpa takut. Batobo tanpa ragu. Hilang dalam hitungan 1,2,3 Hilang negeriku. Apa yang bisa ditanyakan ketika kejujuran direnggut oleh ketakutan? Kau ibarat hujan. Yah, kau hujan dan tahu bahwa jatuh memang sakit. Kau tidak pernah berhenti untuk jatuh. Maukah kau ku sebut “BANGSAT”? Terlalu berkobar wahai yang munafik! Kau bisa berbuat apa saja. Sehingga “ADA” kehilangan maknanya. Sungguh bahwa kesungguhan itu nyata. Tanpa melihat pun terlihat, namun buta dalam melihat. Mencuri hikmah disetiap lingkungan. Inikah bumi yang kita banggakan? Dimana yang pantas menjadi dalang adalah para penguasa itu. Dan kami? Kami ibarat dayang yang siap dipermainkan. Ha ha ha.. kau cukup merepotkan sayang. Bisakah kau diam untuk malam ini saja? Aku bosan dengan suaramu yang berasal dari podium partai. Dari alurmu yang sakral. Kau sebut dunia ini sebaga...